x Jabarkita.com

Meski “Belum Memiliki Ijin”,Pembangunan Gudang Sepatu Kembali Dilaksanakan

SUBANG,Jabarkita.com,-Pembangunan Gudang Sepatu milik korea (PT Tae Kwang) yang saat ini tengah dimulai pembangunannya, ternyata “belum berijin”. Hal itu terungkap dari keterangan Kepala Desa Cibogo dihadapan warga saat berdemo memprotes lokasi pembangunan gudang itu (Kamis,17 Mei 2012) lalu.

Kepala Desa Cibogo, M Soleh saat itu mengungkapkan pihaknya merasa dilangkahi karena sewaktu diundang pemilik perusahaan itu tidak hadir, padahal bukan saja kami tetapi pak Camat sendiri belum mengetahui  kalau di lokasi itu akan dibangun gudang sepatu.

Warga sekitar dengan adanya pernyataan Kades ini menjadi tanda-tanya, siapa sebenarnya yang memberikan ijin pembangunan gudang sepatu ini, kalau camat dan kepala desa tidak mengetahui dan merasa dilangkahi.

Untuk itu beberapa tokoh dan masyarakat menyayangkan dengan adanya pembangunan yang belum memiliki ijin itu.Padahal sebelumnya harus ditempuh dahulu perijinan, ungkap Abah Ajat

Sementara berdasarkan pemantauan Jabarkita.com, Minggu Siang kemarin ,20 Mei 2012, nampak pintu gerbang yang terbuat dari seng yang semula digembok dan alat berat beko diparkirkan warga kini sudah aktif kembali.

Ompong, salah seorang warga di sana yang juga ketua RT, kepada Jabarkita.com kemarin pihaknya menerangkan bahwa komitmen pihak perusahaan dengan masyarakat terutama masalah jalan dan gorong-gorong sudah beres.

Menurut Ompong, pihak perusahaan telah memberikan jalan sekeliling perusahaan, jadi tidak diambil lagi jalan umum itu. Demikian juga untuk gorong-gorong akan diganti katanya.

Hanya saja yang belum beres adalah komitmen dengan pihak Karang Taruna.Kemungkinan apabila tidak beres kemungkinan akan terjadi penutupan kembali, ujar Ompong.[adang]

 

HUT Ke 51, Bank bjb Salurkan CSR Perbaikan SDN Manasuka, Subang

SUBANG,Jabarkita.com,- Bank Jabar Banten, kembali menyalurkan bantuan CSR untuk sekolah. Dalam rangka HUT Bank bjb ke 51 , yang berlangsung di SDN Manasuka Kelurahan Cigadung, Subang, Jawa Barat ,Minggu (20/05/2012), Bank bjb  telah memberikan bantuan sebesar Rp 50 juta untuk sekolah tersebut.

Bantuan dana CSR ini diberikan kepada SD Manasuka ini  diantaranya sebesar Rp 30 juta untuk pembangunan pagar dan sebesar Rp 20 juta untuk pengecatan bangunan sekolah.

Penyerahan bantuan dana CSR ini ditandai dengan peletakan batu pertama pondasi pemagaran halaman oleh Tedy Setiadi dan Robi Ramadhan dari Bank BJB Pusat, Kepala Cabang Bank bjb Cabang Subang dan Asda II Pemkab Subang Ir Besta Baesuki.

Robi Ramadhan mewakili direksi Bank bjb, dalam sambutannya direksi mengatakan , dalam rangka HUT Bank bjb ke 51 , Bank bjb menyalurkan bantuan kepedulian sosial dibidang pendidikan yaitu berupa pengecatan sekolah serta pemberian bantuan fasilitas belajar mengajar.

Kegiatan ini dilaksanakan diseluruh kantor bank bjb  tersebar di berbagai daerah termasuk di luar pulau jawa diantaranya kalimantan,sulawesi, bali, sumatra dll. Dengan kegiatan ini semoga bank bjb memberikan warna dalam rangka meningkatkan proses kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa di masa yang akan datang, katanya.

Sementara, Kepala SDN Manasuka Ny Atin Surelawatin SP.d.MPd, menyambut baik  dengan kegiatan ini. Ia juga merasa bangga sekolahnya telah terlipih oleh bank bjb menjadi pusat kegiatan HUT Bank bjb ke 51 tingkat Kabupaten Subang.

Atin juga mengucapkan terima kasih kepada Bank bjb , yang telah peduli terhadap pendidikan dalam hal ini kepada SDN Manasuka dengan memberikan bantuan CSR untuk perbaikan sarana pra sarana sekolah.Hal ini dalam rangka mendukung keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar . “Bantuan ini sangat sinergis dengan program pendidikan sehingga diharapkan terus berkelanjutan, sehingga sarana pra sarana akan lebih baik, katanya.

Atin juga melaporkan bahwa SDN Manasuka yang berlokasi di Jalan Kartawigenda 20, Kelurahan Cigadung Kecamatan Subang Kabupaten Subang ,Jawa Barat, merupakan sebuah sekolah terakredasi (B) baik.

Namun dalam pembangunan sarana prasarana masih banyak kekurangan diantaranya jalan menuju komplek sekolah, pagar,dan beberapa fasilitasnya belum lengkap. “ Berkat kepedulian pihak Bank bjb ini kita ucapkan terimakasih,namun hal ini perlu berkelanjutan” , ujar Atin Surelawatin.SPd ,MPd,kepala SDN Manasuka saat menjadi tuan rumah kegiatan HUT Bank bjb ke 51, Minggu (20/05/2012).

Pada akhir sambutannya Atin juga menghimbau berbagai pihak dantaranya Pemkab Subang, Dinas Pendidikan kabupaten Subang untuk turut memberikan perhatian terhadap pembangunan SDN Manasuka, kepada Bank bjb juga agar kegiatan ini berkelanjutan mengingat  dana perbaikan prasarana sekolah yang dibutuhkan untuk pembangunan pagar sekolah sepanjang 200 meter ini mencapai Rp 215 juta lebih, katanya.

Acara HUT Bank bjb ke 51 yang disupatkan di SDN Manasuka, Kelurahan Cigadung, Subang ini ditandai dengan peniupan lilin Ulang tahun ke 51 Bank bjb oleh Kepala Cabang Bank bjb Cabang Subang Siti Hadijah, didampingi Tedy Setiadi dan Robi Ramadhan dari Bank bjb Pusat, Asda II Pemkab Subang Ir Besta Baisuki, Sekretaris Diknas Subang Dra Tintin Rosyatin,serta segenap karyawan dan karyawati Bank bjb Cabang Subang. Selain itu juga dilaksanakan peluncuran balon berlambang Bank bjb.[adang]

 

 

 

 

4 Pelaku Pencuri Dihakimi Warga Pantura

SUBANG.Jabarkita.com,- Semula warga mengira bahwa pelaku pencurian dengan menggunakan Avanza warna hitam dengan nomor polisi E 1827 KN adalah pelaku pencurian mobil, namun setelah menjalani pemeriksaan di Mapolres Subang Sabtu (19/5) ternyata mencuri tas yang disimpan di dalam mobil.

Kejadiannya  Jum’at (18/5) sekitar pukul13.30 di sebuah mesjid seberang Restoran Markoni Pamanukan, korban sedang istirahat usai menjalani shalat Jum’at entah lupa pintu mobil tidak terkunci dan kesempatan ini dimanpaatkan oleh empat orang pelaku dan mengambil tas yang berada di dalam mobil.

Kejadian ini sempat terlihat oleh pemilik mobil dan langsung melakukan pengejaran hingga ke daerah Blanakan, rupanya keempat pelaku belum mengenal jalan di daerah ini hingga menuju jalan buntu dan saat kembali ternyata warga yang terdiri dari puluhan orang sudah mengepungnya dan langsung menghakiminya.

Semula keempat pelaku diamankan di Polsek Blanakan namun untuk pengembangan penyidikan di limpahkan ke Mapolres, keempat pelaku masih tinggal satu kampung yaitu Hendrik (21) Kampung Bojong Desa Jati Sawit Kec. Jatibarang Indramayu yang bertindak selaku supir, Riky (22), Sutajaya (33) dan Andriansyah (27) sebagai otak pelaku pencurian.

Kendaraan yang mereka pakai ternyata milik rental, menurut pengakuan tersangka sejak Selasa sudah melakukan pencurian di daerah pantura dengan sasaran tas yang berada di dalam mobil, sedangkan tas yang mereka embat pada Jum’at berisikan uang tunai Rp 600 000,-  dan pakaian wanita.

Kasat Reskrim AKP Darmono didampingi Kanit I Aiptu Ali Sujoko saat dikonfirmasi membenarkan tentang pencurian itu, kasusnya masih dalam pendalaman sedangkan korban belum dimintai keterangan. (Eddy Muteh)

Mamah Dedeh Tausyiah Di Pesantren Umul Qur’an,Kunir,Subang.

Mamah Dedeh, ustadzah yang dikenal lewat acaranya “Mamah dan Aa”, Sabtu pagi (19/05/2012) memberikan tausyiah  pada acara Tasyakuran Pondok Pesantren Umul Qur’an di Kampung Kunir Desa Simpar Kecamatan Cipunagara Kabupaten Subang,Jawa Barat.

Ustadzah yang  mempunyai nama lengkap Dedeh Rosidah Syarifudin ini disambut Pimpinan Pondok Umul Qur’an Kh MA Khumaedi, dan  ibu-ibu dari berbagai majlis taklim se wilayah Cipunagara, Binong, Pagaden dan Kecamatan Pagaden Barat. Nampak hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Subang Hj Atin Supriatin. [foto : adang]

 

Terlilit Utang Sarkawi Pilih Gantung Diri

SUBANG.Jabarkita.com,- Karena bingung untuk membayar utang,Sarkawi (53)  seorang pria paruh baya nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di bawah sebuah pohon. Korban baru diketemukan esok harinya oleh warga yang secara kebetulan melintas di area kebun tebu Kampung Kadalangan Desa Koranji Kec. Purwadadi, Subang ,Jawa Barat,  pada kemarin sore sekitar pukul 17.00.

Menurut Kapolsek Purwadadi AKP Mustamir didamping Kanit Reskrim Aiptu Tayo saat dikonfirmasi Jum’at (18/5) menuturkan, “Mulanya korban mendatangi sebuah warung di Dusun Pasirjadi Desa Panyingkiran Kec. Purwadadi sekitar pukul 17.00, sambil minum es pelaku berceritra bahwa dirinya ingin bunuh diri karena terlilit utang Rp 10 juta dan tak bisa membayar”.

Karena tindakannya mencurigakan kemudian pemilik warung melaporkannya kepada kepala desa Panyingkiran dan pelaku dibawa ke kantor desa dan berceritra di hadapan warga dan kepala desa tentang dirinya, bekerja di Jambi di perkebunan karet milik Pak Haji dan punya utang  Rp 10 juta dan tak bisa membayar karena bingung bersama keluarganya memilih pulang ke kampung asalnya di Pati (Jateng) saat di pelabuhan Merak malah berpisah dengan keluarganya.

Saat tiba di tol Cikampek langsung jalan kaki karena bingung dan menyusuri kebun tebu dan akhirnya tiba di kampung ini. oleh Kades Panyingkiran pelaku diberi pakaian dan kain sarung agar diganti dan disuruh mandi dulu, saat berganti pakaian langsung di hadapan warga tanpa malu-malu.

Pelaku sekitar 22.00 malah pamitan kepada Kades ingin pergi dulu ke warung namun tak pernah kembali dan diketemukan malah sudah tergantung di bawah pohon mangga, korban gantung diri dengan kain sarung yang diberikan oleh Kades dan pakaiannya disimpan di bawahnya dan ada dompet yang berisikan kunci motor Honda Beat dan uang tunai Rp 25 ribu.

Korban dievakuasi ke Puskesmas Purwadadi sore itu juga, dari hasil pemeriksaan kepala Puskesmas Purwadadi dr  Muiz Balgi menunjukan korban murni gantung diri, sekitar pukul 23.30. keluarga korban dari Jakarta menjemputnya untuk dibawa pulang ke kampung asalnya di Kampung/Desa Gunung Panti Rt 02/01 Kec. Winong Kec. Pati (Jateng).  (Eddy Muteh).

 

 

Akibat Serangan DBD Nava Mengalami Kebutaan

SUBANG.Jabarkita.com,- Nasib naas menimpa keluarga Diki Bayu Aji (45) dan istrinya bernama Ny Nia, warga Komplek BTN Gembor Desa Gembor Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Pasalnya anaknya  yang bontot bernama Nava Dwikalam Sadaniah (5) mengalami kebutaan setelah terserang demam berdarah (DBD).

Diki Bayu Aji (43) dan ibu Nia,orang tua korban, saat mendatangi Ketua DPRD Kabupaten Subang mengatakan ia bersama istri dan anaknya mendatangi Ketua DPRD Subang Atin Supriatin untuk meminta  bantuan untuk penanganan pengobatan Nava, yang kini mengalami kebutaan setelah terjangkit demam berdarah (DBD).

Menurut Diki, kejadian itu terjadi awal Bulan April 2012 lalu, dimana saat itu Nava mengalami sakit panas biasa, kemudian berobat ke perawat  terdekat dan dalam waktu dua hari sembuh.

Namun kemudian hari berikutnya Nava sakit lagi, namun panasnya meningkat sangat tinggi, karena merasa was-was kemudian dibawa ke RSUD Ciereng, Subang.

Diki memperoleh keterangan  dari dokter anak  yang menangani Nava bahwa saat itu ia mengalami pasca kritis, karena diagnose nya terus naik, sehingga menurut dokter katanya menderita demam berdarah (DBD) cukup parah.

Terus dibawa ke ICU disana Nava di rawat selama 22 hari sehingga akan mengalami gangguan di otak dan lumpuh. Dampak yang terjadi sekarang ke otak dan kemata sehingga Nava mengalami kebutaan.

Nava akhirnya sembuh suhu badannya normal kembali seperti biasa. Namun empat hari setelah berada di ke rumah tiba-tiba Nava mengeluh, dia bilang mamah ini neng, penglihatan gelap, sehingga membuat kami cemas.

Untuk itu kami meminta bantuan berbagai pihak untuk membantu Nava yang saat ini mengalami kebutaan. Nava mengharapkan bisa melihat kembali sebagai mana biasanya.[adang]

Warga Cibogo, Subang, Demo Pembangunan Gudang Sepatu

SUBANG,Jabarkita.com,- Puluhan warga Desa Cibogo Kecamatan Cibogo,Subang,Jawa Barat, Kamis (1705/2012), melakukan protes  lokasi pembangunan gudang sepatu milik PT Tae Kwang, yang berlokasi  di Kampung Cipaku.

Warga marah karena pihak perusahaan telah mengambil lahan jalan perekonomian desa,lebar 1 meter, serta pihak perusahaan tidak ada koordinasi dengan pihak rt dan karang taruna setempat.

Ompong, salah seorang RT dan juga pemilik bengkel disekitar lokasi mengatakan sebelumnya pihaknya telah memberi tahu para pekerja pengupasan tanah dengan alat berat (beko) itu untuk tidak mengeruk badan jalan, karena jalan tersebut merupakan jalan umum.

Warga lebih marah lagi ketika para pekerja melakukan pemasangan pondasi pagar. Dalam pemasangan itu ternyata jalan umum bukannya ditambah malah lebar 1 meter sepanjang jalan itu masuk ke areal perusahaan.

Akhirnya warga marah, memerintahkan operator beko sebelum pihak perusahaan memenuhi tuntutan warga sekitar lokasi. Beberapa tuntutna warga kata Ompong yaitu : pihak perusahaan mengembalikan atau menambah tanah jalan umum  yang terpakai,memamfaatkan karang taruna dan rt-rt sekitar lokasi, serta beberapa tuntutan lainnya.

Protes yang dipimpin tokoh masyarakat itu ,Kamis (17/5) berlangsung kondusif walalupun gerbang pintu masuk proyek disegel serta kunci alat berat diamankan  sementara oleh aparat desa.

“Bagaimana tidak kesal pembangunan proyek bakal gudang tiba-tiba dilakukan tanpa ada musyarawah dengan lingkungan, apalagi begitu dilihat di lokasi ada jalan yang terambil hingga menyempit, “kata Ompong dan beberapa tokoh masyarakat Cipaku, lainnya saat  ditemui dilokasi aksi.

Dia menyebutkan, sebenarnya dirinya acuh tak acuh dengan adanya kegiatan tersebut, namun setelah melihat dilapangan dan banyak desakan ternyata benar hingga meminta untuk menghentikan pekerjaannya sebelum ada musyawarah dan penanggungjawab atau pemilik perusahaan  dengan rt dan karang Taruna .

Kami tidak akan menghalangi adanya perusahaan di wilayah kami, namun tetap harus ada musyarawah terlebih dahulu. Jangan sampai tiba-tiba ada pekerjaan hingga jalan umum menjadi mengecil.  “Jadi mari kita bicara terlebih dahulu bagaimana baiknya, jangan seenaknya saja, “ungkap Ompong.

Di saat warga sedang beragumentasi dengan pengawas pekerja di lokasi , Kepala Desa Cibogo, M Soleh datang dan segera menengahi persoalan yang diprotes warga.

Kades pun meminta seluruh alat berat dimasukkan serta mengambil kuncinya termasuk menggembok gerbang  gudang. “Memang kami sendiri merasa dilangkahi karena sewaktu diundang pemiliknya untuk datang tidak hadir, padahal bukan saja kami tetapi pak Camat sendiri belum mengetahui  kalau di lokasi itu akan dibangun gudang sepatu.

Sebab, yang kita ketahui bakal pabriknya ada di 3 wilayah desa Cinangsi, Belundung dan Kelurahan Karanganyar, “ujarnya.

Menurut Kades Cibogo, reaksi warga dianggap hal yang wajar karena secara teknis banyak perencanaan yang kurang mengena bagi kepentingan masyarakat.

Salah satu diantaranya pemasangan gorong-gorong yang kecil sehingga dikuatirkan nantinya akan mengganggu pertanian. Ditambah jalan umum yang termabil sekira 1 meter dan kalau dihitung panjang cukup luas.  “Sekali lagi kami tidak ada niatan menghalangi-halangi perusahaan, justru berharap kondusif dan nantinya dapat mengerjakan warga disini, “jelas Kades. [adang]